Malas gerak, atau sering di singkat dengan kata MAGER. Adalah istilah yang sering kita dengar dari kalangan anak mudah. kata ini menjadi salah satu kata gaul di kalangan mereka, padahal sebenarnya kata MAGER ini merupakan penyakit atau budaya baru di kalangan Gen z.
banyak yang bertanya kata mager ini sebenarnya awal mulanya dari mana sih? dan ternyata kata mager ini di tujukan pada orang pemalas.
banyak alasan yang menyebab kan orang menjadi mager, alasan klasiknya sih karna "ekspektasi tidak sesuai dengan realita" kalimat inilah yang banyak membuat orang jadi mager atau malas melakukan hal-hal yang katanya gak bakal sesuai ekspektasi juga.
ciri ciri orang mengidap penyakit mageran
Orang mageran bisa di tandai atau di lihat berdasarkan ciri-ciri yang di milikinya, berikut beberapa ciri-ciri orang mager;
1. Mood nya ngantuk terus; sering kita lihat atau apakah kita mengalaminya sendiri,yaitu bangun di pagi hari hanya untuk sekedar makan dan setelah itu tidur kembali. bangun siang hari untuk sekedar bermain HP tanpa melakukan hal yang produktif, setelah itu tidur kembali.
2. Males mandi; ciri ini sering di alami oleh kebanyakan kaum perempuan, mereka mengatakan bahwa ingin menjadi perempuan yang bersih, bening, wangi, tapi mandi aja masih malas.
3. Malas keluar rumah/kamar;Tipe ini biasanya menjadikan kamarnya sebagai tempat untuk segala aktivitasnya. Makan, kerja, atau bahkan kegiatan apa pun itu yang berkaitan di luar rumah atau kamar jika masih bisa di lakukan dalam kamar tipe ini lebih memilih menyelesaikan semuanya di dalam kamar.
Apakah kita punya ciri-ciri seperti di atas? Kalau iya, mari kita ubah dengan beberapa tips berikut untuk mengatasi Mager
Tips mengatasi rasa Mager
Beberapa tips untuk mengatasi rasa Mager kita, yaitu.:
1. Tidur lebih awal biar bisa bangun pagi.
2. Mengawali hari dengan mandi pagi, Hal ini akan membuat tubuh kita jadi lebih segar untuk memulai aktivitas.
3. Membuat jadwal atau schedule prioritas di hari itu, agar kita tahu mana mana saja yang harus kita kerjakan di hari itu.
4. mengganti prinsip "Ah nanti saja lah" dengan prinsip "kalau kita bisa menyelesaikan tugas dengan cepat, maka kamu juga bisa rebahan lebih cepat"

Komentar
Posting Komentar